Kediri (beritajatim.com) – Naik kereta Api (KA) tanpa membayar, Yuli Effendi (30) Akademi Polisi (Akpol) Gadungan, asal Desa Kaseman, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri dibekuk polisi. Sebelumnya, polisi jadi-jadian ini sempat berkelahi dengan polisi khusus KA.
Sekilas Effendi mirip dengan polisi dari Satuan Brimob. Mengenakan pakaian khas pasukan khusus kepolisian serta dilengkapi dengan baret warna hitam. Saat itu Effendi hendak naik KA. Karena tidak membawa tiket, salah seorang polisi khusus KA menegurnya.
Effendi justru mentang-mentang, mengaku sebagai Anggota Akpol di Semarang, dan berusaha melawan. Sampai akhirnya mereka terlibat aksi perkelahian. Petugas polisi KA lain melaporkan kejadian itu ke Polsek Kota Kediri
Tidak lama berselang, polisi datang mengamankan Effendi. Dalam pemeriksaan Anggota Unit Reskrim Polsek Kota Kediri, Effendi tidak bisa menunjukkan identitasnya sebagai polisi. Bahkan, Effendi mengaku jika seragamnya diperoleh dari cara membeli di salah satu toko di Jl Stasiun Kota Kediri seharga Rp 70 ribu
Wakapolresta Kediri Kompol Kuwadi mengatakan, perbuatan Effendi telah mencoreng institusi kepolisian. “Sementara ini yang bersangkutan masih kita periksa secara intensif,” ujar Kompol Kuwadi, Kamis (7/4/2010) dini hari.
