Jombang (beritajatim.com) – Sebanyak 14 hektar tanaman padi yang ada di Jombang mengalami gagal panen alias fuso. Hal itu dipicu oleh bencana banjir yang melada sejumlah wilayah beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Pertanian Jombang, Suhardi mengatakan, setelah banjir menenggelamkan lahan pertanian, tanaman padi yang ada dilahan tersebut mengalami gagal panen.”Ada sekitar 14 hektar tanaman padi yang mengalami gagal panen. Sebagian besar tanaman tersebut terendam lumpur,” kata Suhardi, Rabu (7/4/2010).
Karena terendam lumpur. Tambah Suhardi, secara otomatis belasan hektar padi tersebut tidak bisa dipanen. Akibatnya dapat diduga. Petani mengalami kerugian. Ironisnya lagi,, padi yang mengalami fuso itu semuanya siap panen.
Suhardi mencatat, wailayah yang mengalami gagal panen itu adalah Desa Bawangan, Kedungdowo, Pager Tanjung, dan Desa Jati Gedong. Semua desa itu berada di wilayah Kecamatan Ploso.
Lantas apa yang dilakukan Dinas Pertanian? Sebagai langkah konkrit, Dinas tengah berupaya mencari bantuan bibit dan pupuk ke pemerintah provinsi. Pasalnya, Pemkab Jombang, tidak mampu menyangga kerugian petani tersebut. “Semoga upaya ini membuahkan hasil,” tambah Suhardi.
Sejumlah petani mengakui kondisi tersebut. Hanya saja, mereka tak sepakat jika tanaman padi yang mengalami fuso itu hanya 14 hektar. Sebab, ada sejumlah kecamatan yang mengalami hal serupa. “Kalau ditotal bisa mencapai 30 hektar. Karena di Kecamatan Megaluh juga mengalami fuso,” kata Mardiyanto, petani asal Kecamatan Megaluh sembari berharap bantuan dari pemerintah segera turun.
