Close Menu
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
Home»Peristiwa»Belasan Hektar Tanaman Padi Alami Fuso
Default image

Belasan Hektar Tanaman Padi Alami Fuso

Peristiwa 7 April 2010

Jombang (beritajatim.com) – Sebanyak 14 hektar tanaman padi yang ada di Jombang mengalami gagal panen alias fuso. Hal itu dipicu oleh bencana banjir yang melada sejumlah wilayah beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pertanian Jombang, Suhardi mengatakan, setelah banjir menenggelamkan lahan pertanian, tanaman padi yang ada dilahan tersebut mengalami gagal panen.”Ada sekitar 14 hektar tanaman padi yang mengalami gagal panen. Sebagian besar tanaman tersebut terendam lumpur,” kata Suhardi, Rabu (7/4/2010).

Karena terendam lumpur. Tambah Suhardi, secara otomatis belasan hektar padi tersebut tidak bisa dipanen. Akibatnya dapat diduga. Petani mengalami kerugian. Ironisnya lagi,, padi yang mengalami fuso itu semuanya siap panen.

Suhardi mencatat, wailayah yang mengalami gagal panen itu adalah Desa Bawangan, Kedungdowo, Pager Tanjung, dan Desa Jati Gedong. Semua desa itu berada di wilayah Kecamatan Ploso.

Lantas apa yang dilakukan Dinas Pertanian? Sebagai langkah konkrit, Dinas tengah berupaya mencari bantuan bibit dan pupuk ke pemerintah provinsi. Pasalnya, Pemkab Jombang, tidak mampu menyangga kerugian petani tersebut. “Semoga upaya ini membuahkan hasil,” tambah Suhardi.

Sejumlah petani mengakui kondisi tersebut. Hanya saja, mereka tak sepakat jika tanaman padi yang mengalami fuso itu hanya 14 hektar. Sebab, ada sejumlah kecamatan yang mengalami hal serupa. “Kalau ditotal bisa mencapai 30 hektar. Karena di Kecamatan Megaluh juga mengalami fuso,” kata Mardiyanto, petani asal Kecamatan Megaluh sembari berharap bantuan dari pemerintah segera turun.

Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp

Related Posts

Demi Keselamatan Pasien di Kapal, Gus Ipul Batalkan Dua Agenda

28 Oktober 2017

Polisi Tidur Gagalkan Pencurian Motor di Kedung Cowek

20 Januari 2016

Ratusan Kapal Rakyat di Sampang Berlayar Tanpa Izin

2 Januari 2016
Poster
Cari Data
© 2025 beritajatim.com | arsip berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.