Pasuruan (beritajatim.com) – Menjelang tahun baru, aksi pemerasan oleh penelpon gelap dengan mencatut nama Kajari Bangil dan Kapolres Pasuruan kian marak. Hebohnya lagi, penelpon gelap ini meminta uang kepada sejumlah pejabat di Pemkab Pasuruan hingga jutaan rupiah.
Keberadaan penelpon gelap, yang meminta-minta uang dengan dalih untuk disetorkan kepada Kapolres Pasuruan dan Kajari Bangil, yang mengaku bernama Herman itu otomatis membuat nama kedua aparat penegak hukum ini tercoreng. Pasalnya, aksi pemerasan itu melibatkan nama keduanya.
Menanggapi munculnya kasus ini, Kasi Intel Kejari Bangil, Endang Sudarma kontan saja langsung membantahnya. Menurutnya, peristiwa itu memang tidak benar. “Masih kita selidiki pelakunya, karena tidak benar itu,” kata Endang Sudarma, Kasi Intel Kejari Bangil, Kamis (30/12/2010).
Hal senada juga disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Indra Mardiana. Pihaknya juga membantah karena kejadian ini dinilai jelas-jelas dilakukan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab dan sengaja mengacaukan suasana menjelang tahun baru.
“Wah tidak benar ini, kita akan lakukan penyelidikan siapa pelaku aksi pemerasan yang mengatasnamakan kapolres tersebut,” kata AKP Indra Mardiana, Kasat Reskrim Polres Pasuruan kepada beritajatim.com. [bec/but]
