Tuban (beritajatim.com) – Seratusan hetare lebih lahan pertanian yang tanaman padinya telah siap panen terancam puso.
Sebab, sejak seminggu belakangan ini air bah terus menggenangi lahan padi di Desa Pucangan, Wangun dan Desa Cendoro, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.
Pantauan beritajatim.com di lapangan, Rabu (7/3/2010) menyebutkan, jika sampai saat ini masih tampak lebih dari 50 haktera lahan di Desa Pucangan dan Cendoro yang terendam air banjir bandang.
Kepala Dusun Pucang Krajan, Shohib menjelaskan, jika area pesawahan di dusun yang dipimpinnya yang banyak terendam.
“Bisa dilihat sendiri mas, hampir semua badan padi terendam dan tanamannya tidak terlihat lagi,” katanya singkat.
Ia bercerita, jika genangan di tanaman yang kebanyakan sudah siap dipanen itu sudah berlangsung hampir seminggu.
“Para petani was-was jika air tidak segera pergi dan terus menggenangi padi. Sebab, padi yang sudah menguning itu bisa busuk alias puso,” terangnya.
Diterangkan, kalau disebelah selatan jalan desa ada sekitar 30-an hetare lahan yang terendam. Sedangkan di utara jalan ada sekitar 23 sampai 25 hektare lahan.
“Kalau ditotal, jumlahnya sekitar ada 50-an hektare mas. Dengan kondisi tanaman sekarang ini cukup mengenaskan,” sambungnya.
Sementara itu sejumlah petani di Desa Wangun tampak sedang memanen paksa tanaman padinya di tengah-tengah banjir.
“Kalau tidak segera dipanen, maka kami akan semakin merugi. Sebab, tanaman ini sudah terendam cukup lama,” lanjutnya.
