Malang (beritajatim.com) – Pakar Geologi dari Universitas Brawijaya Malang, Adi Soesilo mengingatkan kepada penduduk di sekitar pesisir Jatim untuk tetap waspada terhadap ancaman bencana tsunami dan gempa tektonik.
Dia memprediksikan daerah pesisir selatan Jawa Timur akan terjadi bencana Tsunami pada tahun 2010.
Sebab, berdasarkan data Badan Meteorologi dan Geofisika di derah Jatim pada rentang 6 sampai 11 derajat lintang selatan dan 111-115 derajat bujur timur, terdapat 24 gempa yang memiliki kekuatan lebih dari 4,9 skala richter. Gempa tersebut terjadi antara tahun 1967 hingga 2003.
Di antara data tersebut, gempa yang kuat terjadi di daerah Banyuwangi pada 1994 dengan kekuatan 6,1 skala richter, hingga menyebabkan terjadinya gelombang tsunami. Selain itu, gempa dengan kekuatan 6,8 skala richter juga terjadi di daerah Sumbermanjing Wetan pada 1998 lalu.
Dari data tersebut, Adi menyimpulkan skala periodisitas gempa di Jawa Timur terjadi antara 20 hingga 30 tahun.
“Hanya 30 persen gempa di Jawa Timur terjadi di darat, sedangkan sisanya terjadi di laut yang bisa mengakibatkan bencana tsunami,” katanya kepada wartawan, Jumat (21/7/2006).
Selain itu, Adi juga menyampaikan di daerah patahan Jawa Timur terdapat gempa yang paling besar terjadi pada tahun 1830. Sampai saat ini daerah itu belum terjadi gempa.
“Dikhawatirkan patahan di daerah itu sedang mengumpulan tenaga dan dalam waktu tertentu tiba-tiba dilepaskan,” tandasnya.
Menurut teori lempeng, lanjut Adi, gempa terjadi dari tumbukan lempeng dan benua. Sedangkan gempa di Jawa Timur terjadi, akibat tumbukan lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. [bj3]
