Pamekasan (beritajatim.com) – Satu orang penderita gizi buruk kembali ditemukan di Pamekasan. Ia adalah Imroatul Jamilah (5), warga Dusun Morsok Sok Desa Jarin Kecamatan Pademawu.
Anak bungsu dari dua bersaudara itu tergolek lemas di balai bambu depan rumahnya. Ia tidak dapat berjalan, apalagi untuk berbicara secara jelas. Kakinya sangat kecil, hanya sebesar pelepah daun pisang.
Anak dari pasangan suami istri (pasutri) Halimatus (37) dan M. Salehoddin (40) ini lahir di rumahnya melalui pertolongan orang pintar (dukun) dan mempunyai berat awal 2,3 kg.
Halimatus mengatakan, anaknya mulai menderita gejala gizi buruk sejak umur delapan bulan. Saat ini, sambung Halimatus, berat badan Imroatul hanya 5 kg. Ia juga mengalami diare dan sempat muntah-muntah.
“Semua bermula saat anak saya mengalami panas tinggi sejak umur delapan bulan,” katanya, Senin (12/4/2010).
Setelah itu, tambah Halimatus, pertumbuhan anaknya terganggu. Hingga, saat ini ia tidak bisa berjalan dan kakinya telah bengkok. Untuk makan, ia juga perlu bantuan orang lain.
Halimatus mengakui, selama ini keluarganya memang hidup pas-pasan. Suaminya hanya bekerja sebagai petani. Untuk membantu suaminya, Halimatus terang-terangan mengaku tidak bisa. Sebab, ia harus merawat anaknya di rumah.
“Untuk itu, gizi anak saya terabaikan,” ungkapnya.
Sementara, Humas RSUD Pamekasan, dr Iri Agus Subaidi saat dimintai keterangannya mengatakan, selain menderita gizi buruk, Imroatul juga telah menderita penyakit radang paru-paru.
Menurutnya, penyakit lumpuh yang saat ini menderita Imroatul bisa disembuhkan. Sebab, tulang untuk umur 5 tahun masih lunak. Sehingga bisa di gip dan diluruskan.
“Memang, seharusnya pada umur 5 tahun normalnya punya berat badan 18 kg. Insyallah bisa disembuhkan, tapi perlu waktu,” pungkasnya.
