Trenggalek (beritajatim.com) – Hujan deras yang turun sepekan terkhir di wilayah Kabupaten Trenggalek menyebabkan runtuhnya tebing setinggi 70 meter di Desa Sampang, Kecamatan Panggul. Material tanah bercampur batu sepanjang 30 meter di jalan raya menyebabkan putusnya jalur utama yang menghubungkan wilayah Trenggalek-Pacitan
Longsor yang terjadi di kilometer 82 ini termsuk yang terparah, badan jalan tertutup material longsor hingga setebal lima meter. Sejumlah kendaraan besar seprti Bus dan Truk tertahan, sementara kendaraan kecil dialihkan ke jalur alternative
Menurut keterangan Sarmuji (40), warga setempat, longsor terjadi akibat curah hujan yang turun dengan intensitas tinggi. “Awalnya hanya reruntuhan tebing kecil-kecil. Tapi, saat petugas dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) datang untuk membersihkan, malah terjadi reruntuhan yang besar dan menutup akses jalan,” terang Sarmuji, Minggu (11/4/2010).
Terpisah, Susilo Hadi (35), salah seorang sopir bus mengaku telah terjebak selama kurang lebih dua jam. “Ini masih antri menunggu petugas membersihkan jalan dari longsor,” ujar Susilo Hadi yang hendak menuju wilayah Nglorok.
Demi menghindari kemacetan semakin panjang, sejumlah warga membuat inisiatif untuk memberikan jalur alternative melalui perkampungan. Namun jalanan ini hanya dapat dilewati oleh kendaraan kecil, baik sepeda motor maupun angkutan pedasaan.
