Jember (beritajatim.com) – Sekitar 24 PAC PPP Jember melayangkan mosi tidak percaya atas kepemimpinan Ketua DPC PPP Jember, KH Ali Wafa. Salah satu PAC PPP dari kecamatan Kaliwates, Ir. Ali Ersyad, menegaskan bahwa DPC tidak pernah melakukan rapat rutin dan DPC tidak mampu mengelola organisasi dengan baik.
Sehingga perolehan suara PEmilu 2009 anjlok dan di Jember hanya mendapat 40 ribu suara saja dengan perolehan kursi hanya 3. Padahal sebelumnya pada Pemilu 2004, PPP Jember mendapatkan 129 ribu suara dengan jumlah kursi 6.
“Sehingga untuk menyelamatkan partai tidak ada jalan lain kecuali sikap mosi tidak percaya terhadap DPC ini kami lontarkan dan kami berharap DPW segera merespon sikap kami ini,” tegasnya, Sabtu (10/4).
Jika DPW tidak segera merespon sikap PAC dan sejumlah pengurus di MPC, Dewan Pakar, DPC dan ranting-ranting maka PPP Jember tinggal nunggu masa kehancurannya. Hal senada juga disampaikan PAC lainnya, Imam Basor, menuurtnya banyak pelanggaran yang dilakukan DPC.
Diantaranya saat pemilihan Gubernur, DPC dengan tegas-tegas mendukung pasangan Karsa (Sukarwo-Syaifullah) padahal keputusan DPP dan DPW adalah mendukung pasangan Kaji (Khofifah-Mujiono).
“Ini sudah menjadi salah satu bukti bahwa DPC PPP Jember sering tidak memathui keputusan DPP, sering berkhianat, sehingga suara partai terus berkurang,” imbuhnya.
Dukungan mosi tidak percaya ini kabarnya telah diteken oleh 24 PAC (dari 31 PAC yang ada) dan sejumlah tokoh PPP Jember. Seperti KH Mas Muhamad, KH Abbas Nurohman, K Holik Mohtar, K Ali Nasir, K. Abdul Hamid, K. Abdullah, KH. Rosiful Aqli, KH Mukmin Mahali, KH. Amin Hasani dan KH Misbah Holili.
