Malang (beritajatim.com) – Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Malang melaporkan bahwa jumlah penderita AIDS hingga Oktober 2007 mencapai 1.130 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 78 persen merupakan laki-laki.
Sementara itu, data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Jawa Timur, menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2007 terdapat 12 penderita HIV/AIDS yang meninggal dunia.
Kepala Sekretariat Tetap KPA Dinkes Kabupaten Malang, Adi Purwanto, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2007, jumlah penderita HIV/AIDS yang terdata mencapai 28 orang, dengan 12 di antaranya meninggal dunia.
“Data terakhir yang saya peroleh menunjukkan bahwa pada bulan Juni terdapat enam penderita baru, sedangkan pada Juli ada dua penderita. Dengan demikian, hingga pertengahan tahun 2007, total penderita HIV/AIDS di Kabupaten Malang mencapai 28 orang,” ujarnya, Kamis (tanggal tidak disebutkan).
Adi menambahkan bahwa seluruh pasien yang meninggal pada tahun 2007 merupakan penderita positif HIV/AIDS. Data ini diperoleh dari tiga pusat Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang ada di Kabupaten Malang, yaitu di Puskesmas Gondanglegi, Puskesmas Sumberpucung, dan RSU Kepanjen.
“Perkembangan HIV/AIDS di Kabupaten Malang cukup mengkhawatirkan. Sejak 1991 hingga pertengahan tahun 2007, jumlah penderita HIV/AIDS sudah mencapai 184 orang,” kata Adi.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang rutin mengadakan penyuluhan kepada masyarakat. Pemerintah daerah mengalokasikan dana dari APBD sebesar Rp 20 juta setiap tahunnya untuk program penanggulangan HIV/AIDS.
Kasi Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Sri Awigyani, menyebutkan bahwa dari total 184 penderita HIV/AIDS di Kabupaten Malang, sebanyak 70 persen terinfeksi akibat penggunaan jarum suntik yang tidak steril.
Peningkatan kasus HIV/AIDS di Malang menunjukkan bahwa edukasi dan pencegahan masih harus diperkuat, terutama di kalangan masyarakat yang rentan terhadap penularan virus ini. (ted)
