Malang (beritajatim.com) – Sepanjang tahun 2007, Kabupaten Malang mencatat 12 kematian akibat HIV/AIDS. Berdasarkan data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) setempat, hingga akhir November 2007, jumlah penderita yang terdata mencapai 600 orang.
Namun, diperkirakan jumlah sebenarnya melebihi 1.000 orang, mengingat tes darah bersifat sukarela dan tidak semua penderita terdaftar.
Adi Purwanto, Sekretaris KPA Kabupaten Malang, menjelaskan bahwa data tersebut diperoleh dari layanan voluntary counselling and testing (VCT) di berbagai lokasi.
“Banyak penderita yang belum terdata karena tes darah tidak bisa dipaksakan. Kami yakin jumlah sebenarnya lebih dari seribu orang,” ujarnya pada Sabtu, 1 Desember 2007.
Sejak pertama kali HIV/AIDS ditemukan di Kabupaten Malang pada 1991, total kematian akibat penyakit ini mencapai 61 orang.
Kasus terakhir terjadi pada Agustus 2007, di mana seorang warga Kecamatan Gondanglegi meninggal dunia.
Sementara itu, di Kota Malang, jumlah penderita HIV/AIDS mencapai 1.130 orang. Sebanyak 79 persen di antaranya berusia muda, yakni antara 15 hingga 35 tahun. Mayoritas penderita, sekitar 83 persen, tertular melalui penggunaan narkoba suntik dengan jarum yang dipakai bergantian.
Untuk mengurangi risiko penularan, Yayasan Sadar Hati setiap bulannya menukar sekitar 3.000 jarum suntik bekas dengan yang baru.
Langkah ini bertujuan mencegah pengguna narkoba suntik yang terinfeksi HIV/AIDS menularkan virus kepada orang lain.
Memperingati Hari AIDS Sedunia, aktivis dari berbagai latar belakang, termasuk waria, mahasiswa, LSM, dan organisasi pemuda, menggelar aksi simpatik di Alun-Alun Kota Malang.
Mereka membagikan kondom, bunga, dan brosur kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan bahaya HIV/AIDS.
Dengan terus meningkatnya kasus HIV/AIDS, upaya pencegahan dan edukasi menjadi kunci untuk menekan penyebaran virus ini di masyarakat. (ted)
