Mojokerto (beritajatim.com) – Entah setan mana yang merasuki Eko Nurmahadi (28), ia tega berbuat nekad dengan memenggak leher ayah kandungnya sendiri, Eko Widodo, menggunakan samurai hingga nyaris putus. Tragedi berdarah itu terjadi di rumah seorang tabib yang beralamat di Dusun Bendo Lor, Desa Kalen Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jumat (9/4/2010) malam.
Anak dan bapak yang terlibat perselisihan paham ini sebenarnya warga Dusun Sili Krombang, Kecamatan Sumberagung, Kabupaten Banyuwangi. Kedatangan mereka ke Dusun Bendo Lor dalam rangka berobat ke rumah tabib Tiani, warga setempat. Eko Nurmahadi sudah sekitar satu minggu ini dirawat dirumah tabib tersebut.
Karena ingin melihat perkembangan sang anak, Eko Widodo membesuk anaknya pada Jumat malam. Tak lama setelah mereka bertemu, terjadilah adu mulut antara keduanya. Namun tak berselang lama, ketegangan itu mereda. Selanjutnya, korban pergi rumah belakang Tiani untuk mecuci baju pelaku.
Dari situlah awal tragedi berdarah antara bapak dan anak terjadi. Saat bapaknya tengah sibuk mencuci baju, pelaku mendadak mendatanginya dengan membawa samurai. Dan, Crokkk !! Samurai yang dibawa pelaku menebas leher korban.
“Selang beberapa kemudian pemilik rumah berteriak meminta tolong. Akhirnya kami datang untuk melihat kejadian berdarah itu,” kata Novianto, warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi, Sabtu (10/4/2010).
Saat sejumlah warga datang ke lokasi, korban sudah terkapar didekat sumur. Namun, Eko Nurmahadi, sang pelaku, sudah tidak ada di tempat. Akan tetapi, tidak berselang lama kemudian, pelaku muncul lagi dirumah tabib Tiani. Tidak ingin pelaku melarikan diri, warga secara beramai-ramai menangkapnya. “Setelah itu pelaku kami serahkan ke polisi,” katanya.
