Close Menu
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
Home»Peristiwa»Tenaga Penyuluh Minim, Program KB Tersendat
Default image

Tenaga Penyuluh Minim, Program KB Tersendat

Peristiwa 9 April 2010

Jombang (beritajatim.com) – Program KB (Keluarga Berencana) yang ada di Jombang belum berjalan sesuai dengan target. Selain disebabkan oleh minimnya tenaga penyuluh di lapangan, kondisi itu juga dipicu oleh pola pikir tradisional yang masih mengakar. Semisal falsafah jawa ‘Banyak Anak Banyak Rejeki’.

Edi Suyanto, Kepala Bidang KB, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) menyebut, jumlah PUS (Pasangan Usia Subur) di Jombang mencapai 60 ribu pasangan. Dari jumlah itu, 11,54 persen diantaranya adalah pasangan unmet need (pasangan tidak ikut program KB).

“Jadi pasangan unmet need itu sebesar 28 ribu,” kata Edi menjelaskan, Jumat (9/4/2010).

Menurut Edi, jumlah tersebut masih tinggi. Pasalnya, BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) mematok lima persen atau 10 ribu pasangan unmet need dalam satu daerah tertentu. Edi menambahkan, akan lebih baik jika pasangan PUS tapi tak ikut KB itu ditekan lebih kecil.

Rendahnya peminat KB di Jombang itu bukan berjalan dengan sendirinya. Namun ada beberapa factor yang mempengaruhinya. Yakni, tingkat sumberdaya manusia yang masih rendah, dan masih lekatnya pola fakir tradisional.

“Masyarakat masih percaya dengan ungkapan lama ‘banyak anak banyak rizki, padahal hal itu tidak menjamin,” tambahnya.

Selain factor tersebut, Edi menyebut, keterbatasan tenaga penyuluh juga menjadi pengganjal laju pencapaian target program KB di daerah. Di Jombang, penyuluh KB pada tahun ini jumlahnya hanya 100 orang, padahal tahun sebelumnya jumlah itu mencapai 150 petugas.

“Idealnya, satu petugas penyuluh membawahi dua desa. Namun karena jumlahnya tidak cukup, maka seorang petugas membawahi lebih dari jumlah ideal itu,” pungkas Edi.

Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp

Related Posts

Demi Keselamatan Pasien di Kapal, Gus Ipul Batalkan Dua Agenda

28 Oktober 2017

Polisi Tidur Gagalkan Pencurian Motor di Kedung Cowek

20 Januari 2016

Ratusan Kapal Rakyat di Sampang Berlayar Tanpa Izin

2 Januari 2016
Poster
Cari Data
© 2025 beritajatim.com | arsip berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.