Bojonegoro (beritajatim.com) – Musim tanam tembakau di Kabupaten Bojonegoro tahun ini diperkirakan akan segera datang, atau tepatnya sekitar Bulan Mei atau awal Juni mendatang.
Sehingga, tinggal sekitar 1 bulan lagi, proses penanaman awal tembakau di Kabupaten Tuban sudah berlangsung. Oleh karena itu, Pemkab Bojonegoro mulai melakukan serangkaian kegiatan, salah satunya sosialisasi.
Data yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, Kamis (8/4/2010) menyebutkan, jika Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) telah menyediakan menyediakan bibit tembakau sebanyak 130 kilogram (kg) jenis Bojonegoro I secara gratis.
Hal itu seperti dikatakan Kepala Dishutbun Pemkab Bojonegoro, Jupari. Dijelaskan, jika tahun ini target produksi tembakau diperkirakan 1,2 ton/hektar.
“Dengan adanya target tersebut, maka upaya untuk mencapainya saat ini sedang dimulai,” katanya.
Salah satunya adalah dengan dilakukannya pemberian bantuan benih dan sosialisasi peningkatan mutu tembakau sejak awal, atau sebelum dilakukan penanaman awal.
Jupari menjelaskan, sosialisasi pemberdayaan komoditas tembakau dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada petani tembakau mulai dari pola tanam yang tepat, pemupukan, sampai dengan cara petik yang benar.
“Dengan sosialisasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan hasil yang maksimal,” sambungnya.
Dijelaskan, pada musim tanam tahun ini, tanaman tembakau terkendala tidak menentunya curah hujan di wilayah Bojonegoro. Sebab, sejauh ini hujan masih tetap turun dengan intensitas yang cukup sering.
“Selain bantuan benih tembakau, pemkab juga membantu aset permodalan bagi petani sebesar Rp 5,6 miliar,” lanjutnya.
Pinjaman tanpa bunga ini akan menguntungkan para petani untuk memenuhi permodalam agrobisnis tembakau. Jika hasil tembakau petani bagus, harapannnya nilai jual pada saat panen nanti juga berimbang.
“Maknya dalam sosialisasi tadi juga mengundang pihak pabrikan. Tujuannnya, mereka bisa konsisten dengan harga tembakau,” tegasnya.
Sejauh ini, data awal perminataan tembakau untuk musim panen nanti dari pabrikan diperkirakan berkisar antara 11.000 ton. “Jika tidak ada kendala cuaca, maka target produksi bisa melebihi 13.000 ton,” terangnya.
