Jember (beritajatim.com) – Ingin cetak relawan-relawan yang tangguh dan mumpuni di daerah-daerah, BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) menggandeng Forum PEnanggulangan Bencana Indonesia (FPBI) untuk memberikan pelatihan dan pendidikan kepada para relawan.
Untuk 6 kabupaten dan kota di sekitar Jember, seperti BOndowoso, Situbondo, Banyuwangi, Lumajang dan Probolinggo termasuk Jember sendiri, pendidikan pelatihan terus dilakukan secara instensif di Jember selama 4 hari berturut-turut (tanggal 6 sampai dengan tanggal 10 April).
“Kita melibatkan banyak pihak dan unsur di daerah termasuk wartawan, tokoh masyarakat, tokoh muda dan lainnya,” tutur Ketua FPBI, Al Harun, Kmais (8/4).
Pengadaan latihan dan pendidikan di Jember tersebut menurut Harun, merupakan salah satu upaya untuk mencetak kader relawan yang siap pakai. “Dengan dibekali ilmu dan pengetahuan soal penanggulangan bencana maka, relawan yang ada tidak hanya merupakan relawan biasa, namun relawan yang benar-benar siap pakai,” jelasnya.
FPBI membekali pada para relawan dengan kemampuan khusus. Seperti misalnya soal dapur umum, diharapkan relawan yang ada bisa secara sigap membuat dapur umum dan sekaligus memasak. Sehingga pada saat latihan, diadakan lomba memasak.
Disamping itu juga dibekali ketrampilan lain, yang memang diperlukan dalam penanganan bencana. Setelah selesai diadakan diklat, maka relawan diuji dan jika lolos maka diberi sertifikat. Sertifikast yang diberikan berstandart nasional.
