Bojonegoro (beritajatim.com)– Digelarnya Konfercab II yang direstui oleh jajaran pengurus PCNU Bojonegoro direspon Ketua GP Ansor versi Konfercab I dengan sikap keras.
Secara tegas, Hasan Bisri selaku ketua kepada beritajatim.com, Minggu (2/1/2011) menyebutkan, jika kegiatan itu jelas inkonstitusional. “Yang jelas, kegiatan yang mengatasnamakan GP Ansor hari ini di STAI Sunan Giri bukan dilaksanakan oleh pengurus yang sah,” katanya.
Sebab, sesuai dengan SK PP GP Ansor nomor 1595/PP/SK-01/XI/2010 tertanggal 19 November 2010 yang lalu, jelas-jelas itu tidak benar. “Pada intinya, kegiatan tersebut tidak berimplikasi terhadap eksistensi PC GP Ansor yang kami pimpin, baik de facto dan de jure,” lanjutnya.
Walaupun begitu, pihaknya mengimbau kepada kader Ansor untuk tidak bereaksi dan melakukan tindak kekerasan. Sebab, hal itu tidak menyelesaikan masalah. “Kami ingin tetap berkonsentrasi dalam persiapan Kongres XIV Ansor pada Januari 2011 ini,” terangnya.
Bahkan, Bisri menganggap jika ingin membersihkan lantai semestinya memakai air yang bersih dan cara yang bersih pula.
Pernyataan tersebut ditanggapi santai oleh Sekretaris Pelaksana Konfercab GP Ansor, Akhmad Taufiq. Menurutnya, konfercab yang kali ini digelar oleh pihaknya malahan yang sah dan dibenarkan sesuai dengan aturan di lembaga. Yang pertama, pelaksanaannya dilakukan dengan cara yang bersih, mulai dari konferancab dan tidak mengambil pengurus comotan seperti kegiatan sebelumnya.
“Kedua, pelaksanaan juga terbuka, bukan sembunyi-sembunyi seperti yang pertama. Bahkan, terkesan ditutup-tutupi,” tegasnya.
Tidak hanya itu saja, kegiatan ini juga atas sepengetahuan PCNU dan PWNU, bukan sluman-slumun tidak jelas dan meninggalkan NU. Padahal, amanah muktamar NU sangat jelas jika memang anggota Ansor sejati. [air/dul]
