Surabaya (beritajatim.com)–Gubernur Jatim, Soekarwo mengatakan, pihaknya tak khawatir perekonomian Jatim overheight (kepanasan) setelah mencapai pertumbuhan tinggi pada tahun 2010 lalu. Tingkat pertumbuhan ekonomi Jatim pada tahun itu mencapai 6,7%.
Tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar itu lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai sekitar 6%. Dengan tingkat laju inflasi Jatim tahun 2010 yang mencapai 5,9%, menurut Soekarwo, tingkat pertumbuhan ekonomi Jatim tak sampai mengakibatkan mesin ekonomi Jatim kepanasan.
“Sebab, kalau sampai overheight yang paling dirugikan adalah kelompok ekonomi menengah ke bawah,” kata Pakde Karwo–panggilan akrab Soekarwo–kepada wartawan di Surabaya, Jumat (31/12/2010).
Indikasi perekonomian Jatim yang kinclong pada tahun 2010 itu tak hanya diindikasikan naiknya angka pertumbuhan. Tingkat produk domestik regional bruto (PDRB) Jatim tahun 2010 mencapai Rp 780 triliun, dengan tingkat ekspor mencapai Rp 201 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 19% dibanding tahun 2009.
Karenanya di tahun 2011 ini, orang pertama di Jatim itu memperkirakan tingkat pertumbuhan ekonomi Jatim bisa menyentuh angka 7% sampai 7,3%. Untuk mencapai target itu, dibutuhkan beberapa prasyarat penting. Di antaranya, makin membaiknya infrastruktur dan reformasi birokrasi, khususnya sistem perizinan investasi yang makin cepat, pasti, dan tak mahal. “Infrastruktur yang utama baru kemudian reformasi birokrasi,” jelasnya.[air]
