Jember (beritajatim.com) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana mencetak 10 ribu relawan bencana pada tahun 2010 ini. Menurut Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Sugeng Tri Utomo, target tersebut bakal dicapai secara bertahap dari kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, khususnya yang tergolong rawan bencana.
Seperti yang dilakukan di Jember mulai tanggal 6 April lalu sampai dengan tanggal 10 April yang akan datang, BNPB memberi pelatihan kepada ratusan relawan dari 6 kabupaten (Jember, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi dam Lumajang serta Probolinggo).
Relawan hasil didikan BNPB diharapkan mampu menjadi relawan tangguh dan siap guna. “Banyak relawan di indonesia tapi rata-rata kurang berpengalaman sehingga ketika bencana timbul, relawan masih sulit melakukan apa-apa, karena memang tidak tahu apa yang bakal dilakukan,” tuturnya, Kamis (8/4).
Selama ini menurut Sugeng, relawan yang sudah tercatat dan eksis secara nasional ada 4 ribu orang. Keempat ribu orang tersebut memiliki sertifikasi yang jelas sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk menangani bencana.
“Ada stock relawan cadangan di PMI juga sebanyak 30 ribu dan Tagana 15 ribu. “Sayangnya semua itu belum bisa dianggap mumpuni dalam menanggulangi becana, jika kita sertifikasi mungkin ada sekitar seribu saja yang lolos,” imbuhnya.
Sehingga upaya pemberian bekal latihan dan pendidikan terus dilakukan. Kader-kader relawan sejati dan mumpuni terus dicetak.
