Jombang (beritajatim.com) – Meski peringatan 100 hari meninggalnya KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dilakukan secara sederhana, namun panitia yang ada di pondok pesantren Tebuireng Jombang menyediakan 15 ribu snack (makanan ringan) untuk para pengunjung.
Lukman Hakim, panitia peringatan 100 hari Gus Dur mengatakan, sebenarnya panitia hanya menyediakan 7 ribu snack bagi pengunjung yang akan mengikuti tahlil di Tebuireng. Namun jumlah itu bertambah dua kali lipat, yakni menjadi 15 ribu kotak snack.
“Tambahan itu berasal dari dari sumbangan dari berbagai pihak. Untuk jumlah pengunjung yang akan hadir, kami tidak bisa memprediksi. Sebab, acara tahlil ini dibuka untuk umum,” kata Lukman Hakim, saat melakukan persiapan, Kamis (8/4/2010).
Disinggung akan hadirnya turis asing, Lukman mengaku tidak tahu. Ia beralasan, hingga saat ini panitia belum mendapatkan konfirmasi secara resmi. “Sekali lagi, semua pengunjung bisa datang ke Tebuireng untuk mengikuti tahlil,” tambahnya.
Sementara itu, persiapan pengamanan pelaksanaan tahlil 100 hari Gus Dur juga dilakukan oleh Polres Jombang. Tidak tanggung-tanggung, korps berseragam coklat ini menerjunkan sebanyak 550 personel. Mereka begerak secara mobiling mulai dari jalur masuk Jombang hingga sekitar lokasi.
”Ratusan personel itu berasal dari Nganjuk, Kediri , Kota/kabupaten Mojokerto dan Jombang sendiri. Selain itu ada juga tambahan 90 personel dari TNI,” kata Kepala Bagian Operasional Polres Jombang, Kompol Masduki.
Pantauan beritajatim.com, para pengunjung mulai berdatangan ke komplek pondok pesantren Tebuireng. Para pengunjung tersebut sebagian besar datang dari luar daerah. Mereka datang secara berombongan dengan mengendarai bus dan mobil pribadi. Sedangkan pihak panitia, masih sibuk memasang tenda disekitar lokasi pondok.
