Pamekasan (beritajatim.com) – Kekurangan ruang perkuliahan, mengakibatkan pihak STAIN Pamekasan, mengeluarkan kebijakan untuk membatasi jumlah kuota bagi mahasiswa baru, tahun akademik 2015/2016.
“Kita sangat kekurangan ruang perkuliahan, sehingga mengakibatkan banyak calon mahasiswa gagal masuk STAIN Pamekasan,” kata Achmad Muhlis, Pembantu Ketua II STAIN Pamekasan, Kamis (6/8/2015).
Diungkapkan, saat ini jumlah pendaftar sebanyak 7.367 orang. Sementara kuota yang dimiliki sebanyak 1.715 orang. “Jumlah tersebut terdiri dari 16 program studi, bahkan juga ada program studi yang hanya mengambil 1 kelas. Seperti Ilmu al-Qur’an dan Tafsir, Bahasa Indonesia dan Penyiaran,” ungkapnya.
Namun demikian, pihaknya tetap optimis bila pada tahun akademik mendatang. Kuota mahasiswa baru (maba) akan bertambah, seiring dengan dibangunnya sejumlah ruang di area kampus yang beralamat di Jl Raya Panglegur itu. “Tahun depan tidak akan seperti ini lagi, karena saat ini kita sudah membangun 18 ruang perkuliahan,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya berharap lahan eks STAIN Pamekasan, yang ada di Jl Brawijaya, Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan Pamekasan. Bisa segera disahkan dan kembali menjadi hak milik. “Intinya, hingga saat ini kita masih berharap lahan di eks STAIN bisa kita miliki. Sebab disana bisa untuk 6 hingga 12 ruang,” harapnya. [pin/ted]
