Close Menu
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
Home»Peristiwa»Kadal raksasa spesies pemakan buah ditemukan di Filipina
Default image

Kadal raksasa spesies pemakan buah ditemukan di Filipina

Peristiwa 8 April 2010

Filipina – Para ilmuwan mengumumkan penemuan terbaru spesies biawak raksasa yang memiliki panjang sekitar 2 meter ditemukan di kawasan hutan pegunungan Sierra Madre, Filipina Utara. Untuk ekornya saja, spesies ini memiliki panjang sekitar 1 meter tapi ia hanya memiliki berat sekitar 22 pon saja.

Kadal raksasa yang mempunyai kulit berwarna kuning, hijau dan biru ini kemudian diberi nama Varanus bitatawa. Menurut penelitian, Varanus Bitatawa punya ciri unik dan anatomi seksual yang tak biasa, yakni tubuhnya bersisik dan memiliki kaki berwarna biru kehitaman yang dipenuhi totol-totol warna kuning kehijauan. Sementara bagian ekornya berwana hitam atau hijau.

“Dapat menemukan spesies langka ini di wilayah yang padat penduduk, dengan hutannya yang nyaris gundul Pulau Luzon, adalah kejutan yang tak pernah diperkirakan sebelumnya.”kata salah satu ilmuwan dari Filipina dan Belanda di jurnal Royal Society Biology Letter.

Karena spesies ini tidak pernah meninggalkan habitatnya di kawasan pegunungan Sierra Madre, menyebabkan spesies ini nyaris punah sebelum sempat terdeteksi keberadaannya. Dan yang berbeda yaitu, pesies kadal ini hanya memakan buah-buahan.

“Spesies ini hidup di pohon dan pemakan buah-buahan, sehingga tidak bisa dikategorikan sebagai naga Komodo yang sebagian besar mengkonsumsi daging segar. Spesies ini termasuk satu dari tiga spesies kadal pemakan buah yang ada di dunia.”kata Rafe Brown dari University of Kansas.

Seperti yang dikutip pada Dailymail(8/4/20110), Varanus bitatawa jantan memiliki penis ganda yang disebut hemipenes. Dua penisnya ini dipakai secara bergantian. Salah satu penis memiliki duri atau kait yang berfungsi sebagai pengait yang nantinya menyatukan lawan jenisnya ketika melakukan hubungan intim.

Sebenarnya Warga suku Aga dan Ilongot yang tinggal dipedalaman hutan sebelah utara Pulau Luzon telah mengenal lama spesies kadal ini. Mereka biasanya memburunya untuk mengambil dagingnya yang mengandung sumber protein utama. Kini, para ilmuwan berusaha keras untuk menyelamatkan populasi spesies Varanus Bitatawa in dari kepunahan yang semakin tersingkir oleh populasi manusia dan penggundulan hutan yang kian marak.

Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp

Related Posts

Demi Keselamatan Pasien di Kapal, Gus Ipul Batalkan Dua Agenda

28 Oktober 2017

Polisi Tidur Gagalkan Pencurian Motor di Kedung Cowek

20 Januari 2016

Ratusan Kapal Rakyat di Sampang Berlayar Tanpa Izin

2 Januari 2016
Poster
Cari Data
© 2025 beritajatim.com | arsip berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.