Jombang (beritajatim.com) – Pagi masih buta. Gema adzan subuh baru saja berkumandang di kawasan pondok pesantren Tebuireng, Jombang. Ratusan santri berbondong-bondong menuju masjid yang ada di lokasi pondok. Usai membasuh diri dengan air wudhu, mereka menunaikan shalat fardhu.
Namun ada yang berbeda pagi itu. Usai shalat subuh mereka tidak langsung beranjak dari tempat suci. Dengan dibalut busana serba putih, para santri berjajar rapi sembari membawa kitab suci. Tak berselang lama, lantunan ayat suci Al-Qur’an mengalun lirih dari pengeras suara. Satu santri membaca ayat suci, yang lainnya menyimak dengan teliti.
Menariknya, ternyata lantunan ayat suci selepas subuh itu bukan hanya di komplek pondok pesantren yang didirikan pada tahun 1899 itu. Namun hal serupa juga dilakukan di sekitar 1000 surau yang ada di kota santri Jombang.
“Selain dalam rangka haul 100 hari meninggalnya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), acara khotmil Qur’an ini juga untuk mendoakan keselamatan bangsa. Dan yang tidak kalah penting juga sebagai ajang silaturahim hafidz dan hafidzoh, ” ujar KH Fauzan Kamal, ketua panitia penyelenggara khotmil Qur’an, peringatan 100 hari Gus Dur, Kamis (8/4/2010).
Pengasuh pondok pesantren Madrasatul Qur’an Tebuireng ini menjelaskan, menandai peringatan 100 hari Gus Dur, sebanyak tiga ribu hafidz-hafidzoh (penghafal Al-Quran) se- Jawa- Madura menggelar khotmil Qur’an di seribu majelis di wilayah Kecamatan Diwek, Jombang.
Sebanyak seribu majelis khotmil Qur’an itu tersebar di hampir seluruh mushola dan masjid serta sejumlah rumah penduduk. Rinciannya, disetiap majelis ada tiga orang hafidz atau hafidzoh. “Acara khotmil Qur’an ini kita mulai secara serentak pukul 05.30 WIB. Insya Allah sekitar pukul 14.30 WIB nanti sudah khatam,” kata kiai yang masih kerabat Gus Dur ini.
Khusus untuk hafidzoh, lanjut kiai Fauzan, khataman Al-Quran dilakukan di masjid Ulil Albab Tebuireng, asrama putri Pondok Pesantren Tebuireng, serta di Pondok Pesantren Salafiyah Safi’iyah, Seblak, Diwek, Jombang.
“Sedangkan untuk para hafidz, pelaksanaan khotmil Qur’an di mushola dan masjid serta sejumlah rumah penduduk di Wilayah Kecamatan Diwek. Khusus di Jombang kota, khatmil Qur’an digelar di Masjid Agung, alun-alun,” tambahnya.
Saking banyaknya majlis yang menggelar khataman Al-Quran, rencananya acara yang digagas oleh pondok pesantren Madarasatul Qur’an Tebuireng ini juga dihadiri tim dari Museum Rekor Indonesia (MURI).
Maklum saja, acara pembacaan ayat suci Al-Qur’an di seribu majlis secara bersamaan itu belum pernah ada sebelumnya. ”Namun bukan itu tujuan kami. Yang terpenting adalah mendoakan almarhum Gus Dur, serta mendoakan seluruh bangsa Indonesia agar senantasa diberi keselamatan,” pungkasnya.
