Surabaya (beritajatim.com) – Jumlah penduduk miskin di Jawa Timur mengalami peningkatan signifikan hingga 55 persen dalam kurun waktu 2004-2005. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin pada tahun 2005 tercatat mencapai 10,71 juta jiwa atau 3,2 juta keluarga, naik drastis dari 6,9 juta jiwa pada tahun 2004.
Hal ini diungkapkan dalam pidato Gubernur Jawa Timur, Imam Utomo, yang dibacakan oleh Ketua Tim Pelaksana Program Aksi Mengatasi Dampak Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), Mulyadi, dalam acara The 8th Indonesia Regional Science Association International Conference di Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Jumat (18/8/2006).
Menurut Imam Utomo, lonjakan angka kemiskinan ini disebabkan oleh kebijakan kenaikan harga BBM, yang tidak hanya meningkatkan jumlah penduduk miskin tetapi juga memperparah angka pengangguran.
Saat ini, jumlah pengangguran di Jawa Timur mencapai 1,89 juta orang. Kenaikan angka pengangguran yang disertai inflasi berdampak langsung pada melemahnya daya beli masyarakat, berkurangnya kesempatan kerja, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Pada triwulan kedua tahun 2006, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur turun menjadi 5,78 persen, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 5,98 persen. Perlambatan ini mengindikasikan semakin kecilnya peluang kerja bagi angkatan kerja di Jawa Timur.
Untuk mengatasi dampak ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan perubahan kebijakan dengan merestrukturisasi komposisi belanja APBD.
“Sekitar 60 persen anggaran belanja pembangunan dialokasikan untuk program penanggulangan kemiskinan melalui Program Aksi Mengatasi Dampak Kenaikan BBM (PAMD). Fokus utama program ini adalah menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya,” ujar Imam.
Meskipun investasi diharapkan dapat menjadi solusi untuk mendongkrak perekonomian, pertumbuhan investasi di Jawa Timur saat ini masih melambat. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya mengoptimalkan APBD agar dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM. (ted)
