Jember (beritajatim.com) – Armond Maulana (34) warga asli Jember yang terjatuh dan mati, dari papan reklame Sharp di jalan Sultan AGung ternyata memiliki 3 identitas berbeda. Selain itu pria yang diduga bakal melakukan aksi pencurian di toko Nasional tersebut sebenarnya bukan orang tidak punya uang.
Pasalnya di dalam dompet Armond, terdapat uang rupiah sebanyak Rp. 210 ribu dan dolar Australia sebanyak 100 dolar serta dolar Amerika sebanyak 42 dolar. Disamping uang-uang tersebut Armond juga memiliki identitas lengkap mulai KTP, SIM hingga kartu NPWP.
Sayangnya ketiga kartu yang memuat identitas tersebut mempunyai alamat berbeda. KTP Armond memiliki alamat Ujung Menteng kecamatan Cakung Jakarta Timur. Sedangkan SIM yang dimiliki Armond beralamat jalan Bringin Raya RT 04 RW 04, Kranji, Bekasi Jawa Barat.
Sementara itu kartu NPWP yang dimiliki Armond terlihat masih baru. Disitu tercantum alamat lain lagi. Armond di NPWP beralamatkan jalan BPP Padang Sumbu Klop Bali, Kecamatan Padang Sambian Bali. “Melihat barang bukti yang ada dan ciri-ciri fisik pelaku sebenarnya bukan orang sembarangan, paling tidak dia mempunyai bekal cukup, sehingga bisa dikatakan bukan pencuri biasa,” terang salah satu saksi mata, Edy di TKP.
Meski mencantumkan alamat berbeda-beda, Armond pada semua identitasnya mencantumkan tempat tanggal lahir yang sama, yakni Jember tanggal 14 Mei 1976. Sampai saat ini polisi masih terus mengembangkan penyidikan akan motif pencurian yang dilakukan Armond.
Apakah murni bakal melakukan pencurian atau ada motif lain yang tersembunyi. Penyidik Polres Jember masih terus mengumpulkan barang bukti dan keterangan para saksi. [suf]
