Jember (beritajatim.com) – Armond Maulana (34) yang diduga melakukan aksi pencurian di toko Nasional Jl. Sultan Agung Jember akhirnya terjatuh dari papan reklame (bailboard) dan mati mengenaskan.
Kepala Armond sebelah kiri pecah, tangan kiri patah. “Melihat ciri-ciri ini Armond terjatuh dengan posisi tersungkur kepala dahulu,” ujar Edy, penjaga kamar mayat RSUD dr. Soebandi Jember, Rabu (7/4).
Armond sempat bertahan diatas papan reklame Sharp tersebut sekitar 3 jam lebih seperempat menit. Armond yang melarikan diri dari lantai 2 toko Nasional, langsung memanjat papan reklame setinggi sekitar 30 meter.
“Dia bertahan disitu mulai tadi sekitar jam 8.30 wib, dan jatuh tepat pada jam 11.45 wib,” terang Fahmi, salah satu penjaga toko Nasional.
Armond diduga tidak sengaja bunuh diri, namun terjatuh karena dehidrasi. Di ketinggian sekitar 30 meter dengan kondisi terik matahari yang menyengat memungkinkan seseorang kehilangan banyak cairan. Sehingga ketika Armond berusaha melempar aparat dengan sebuah besi, tiba-tiba terjatuh ke aspal jalan Sultan Agung.
Aksi nekad maling asli Jember ini cukup menghebohkan jalanan Sultan Agung. Pria yang memiliki 3 identitas berbeda ini akhirnya mati mengenaskan sebelum berhasil membawa barang curiannya dari toko Nasional.
