Tuban (beritajatim.com) – Banjir bandang yang menyebabkan sejumlah desa di Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, sejak semingu belakangan ini ditengarai karena gunung di selatan Desa Pucangan gundul.
Kondisi itu diperparah dengan penambangan batu kapur yang dilakukan secara berlebihan. Sehingga, air akibat turunnya hujan cukup melimpah dan tidak terserap lagi.
Derasnya hujan juga menyebabkan tanggul waduk singget yang berada di selatan Desa Pucangan, atau tepatnya dilereng gunung penuh.
Bahkan, sejak beberapa hari yang lalu telah jebol dan hingga kini belum tertangani. Sehingga, saat air bah datang, begitu cepat menggenangi rumah penduduk dan sawah.
Hal itu dibenarkan oleh Kepala Desa (Kades) Pucangan, Kecamatan Palang, Sugondo. Kades menyebut, jika faktor pertama banjir bandang diwilayahnya adalah hutan diselatan desa yang gundul.
“Kondisi itu diperparah dengan keberadaan tanggul waduk singget yang jebol,” katanya.
Dengan belum bisa ditutupnya sobekan di tanggul waduk seluas 2 haktare itu, secara otomatis maka air langsung meluber ke kampung.
“Warga yang disekitar waduk cukup resah dengan banjir yang selalu menghantam,” terangnya.
Faktor lain yang membuat air menggenang cukup lama, khususnya di RT 5, 6, 7 dan RT 8, semuanya masuk di RW 1 Dusun Pucang Krajan, karena saluran pembuangan dari luar desa yang cukup sempit.
“Saluran pembuangan itu terletak di sekitar Desa Glodok, atau wilayah utara desa,” sambungnya.
Ia berharap, kedepannya ada pengerukan di kali yang melintas di desa dan pelebaran wilayah pembuangan yang semakin menyempit.
“Juga, tanggul di waduk singget harus segera dibenahi. Sebab, selama ini fungsi waduk sangat banyak, khususnya untuk menampung air,” tambahnya.
