Gresik (beritajatim.com) – Tak kuat karena diperkosa oleh Bapak tirinya sebut saja Mawar (13) ABG asal kecamatan Panceng, Gresik melaporkan ke Polisi. Kasusnya ditangani oleh Unit Perlinndungan Perempuan Dan Anak, hingga kini korban masih trauma, tidak mau pulang, sekarang di kantor P2APT (Pusat pelyanan anak perlindungan perempuat terpadu) Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Gresik.
Menurut informasi yang dihimpun beritajatim.com, awal malapetaka yang menimpa gadis itu terjadi pada malam tahun baru 2010, korban diajak bapak tirinya Abdul Aziz (40) bermain kerumah saudara ayahnya di Tuban, dengan menyewa mobil disopiri ayahnya
Dalam perjalanan tepatnya di hutan Desa Ngimboh, kecamatan Ujung Pangkah, didalam mobil korban di perkosa dengan ancaman, tak kuasa akhirnya kegadisanya direnggut oleh bapak tiri yang biadab itu.
Ternyata tak hanya disitu aja ayahnya tirinya selalu minta jatah terus. Berdasakan ingatan korban kepada penyidik hingga 15 kali. Tak kuat dengan kelakuaan ayah tirinya, akhirnya melarikan diri dari rumah dan melaporkan ke polisi.
Kapolsek Panceng AKP Hasyim Ashari membenarkan memang ada laporan pemerkosaan itu, karena di polsek tidak ada unit yang menangani anak, maka kami arahkan ke unit PPA Polres Gresik, korban kondisinya masih trauma, hanya sebagian saja pertanyaan yang dijawab kata mantan Kapolsek Balong Panggang kepada beritajatim.com (7/4/2010).
Ketua Pusat Pelayanan Anak dan Perlindungan Perempuan Terpadu (P2AP2T) membenarkan, kejadian itu, “mohon maaf kami masih bisa komentar banyak, karena kondisi korban masih trauma”. Ujarnya singkat.
