Close Menu
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
Home»Peristiwa»PKT Pastikan Pasokan Urea Subsidi untuk Jawa Timur dan Jawa Tengah Aman
Default image

PKT Pastikan Pasokan Urea Subsidi untuk Jawa Timur dan Jawa Tengah Aman

Peristiwa 10 April 2006

Jakarta (beritajatim.com) – PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) memastikan ketersediaan dan distribusi pupuk urea bersubsidi untuk wilayah Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng) dalam musim tanam April 2006 tetap aman.

Penyaluran pupuk ini akan dilakukan berdasarkan alokasi yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian serta SK Gubernur di masing-masing provinsi.

Kepala Kompartemen Pemasaran PKT, Irwansyah, menjelaskan bahwa stok urea subsidi di Jatim sudah mencapai 30 persen di atas ketentuan. Sementara itu, di 14 kabupaten/kota yang baru menjadi tanggung jawab PKT sejak 1 April 2006, pasokan telah disalurkan dengan stok akhir per 5 April 2006 mencapai 22.425 ton.

Tambahan Tugas Penyaluran Pupuk di Jateng dan Jatim

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 3 Tahun 2006 tentang Penyaluran dan Pengadaan Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian, PKT mendapat tambahan tanggung jawab menyalurkan urea subsidi ke 16 kabupaten/kota. Rinciannya, 14 kabupaten/kota di Jateng dan dua daerah di Jatim, yaitu Jombang dan Nganjuk.

Adapun 14 kabupaten/kota di Jateng yang menjadi tanggung jawab PKT meliputi Blora, Boyolali, Demak, Grobogan, Jepara, Karanganyar, Klaten, Kudus, Pati, Rembang, Sragen, Sukoharjo, Wonogiri, dan Kota Solo. Secara total, tanggung jawab PKT untuk Jateng mencapai 337.265 ton urea per tahun. Sementara di Jatim, dengan tambahan dua kabupaten tersebut, total kewajiban PKT mencapai 650 ribu ton urea per tahun.

“Sampai 5 April 2006, PKT telah menyalurkan 20.218,5 ton urea subsidi dengan stok yang masih tersedia sebesar 22.425,1 ton. Sementara, sesuai SK Gubernur Jateng, ketentuan stok minimal adalah 17.177 ton, dengan total kebutuhan pupuk selama April di provinsi tersebut mencapai 34.355,39 ton,” ujar Irwansyah.

PKT optimistis kebutuhan pupuk urea di Jateng akan terpenuhi. Dalam waktu dekat, empat kapal (KM Meina, KM Mandiri, KM Rimba 8, dan KM Mutasi SBY) akan tiba di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, membawa pasokan urea sebanyak 22.650 ton.

Antisipasi Kelangkaan Pupuk

Menanggapi kelangkaan pupuk yang sempat terjadi di beberapa wilayah, Irwansyah menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh transisi penyaluran dari PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) ke PKT. Namun, setelah urea PKT masuk ke pasaran, masalah tersebut bisa segera teratasi.

“Begitu kios dibuka, petani langsung membeli dalam jumlah besar, sehingga terjadi ‘panic buying’ dan antrean panjang. Namun, kami pastikan stok tetap mencukupi sesuai SK yang telah ditetapkan,” katanya.

PKT juga menegaskan bahwa penyaluran pupuk dilakukan sesuai dengan ketentuan SK Menteri Pertanian dan SK Gubernur. Jika terjadi kekurangan, pihaknya akan mengajukan permintaan tambahan kuota kepada Gubernur dengan persetujuan Menteri Pertanian.
Regulasi Baru Atasi Kendala Distribusi

Irwansyah mengungkapkan bahwa pada Januari-Maret 2006, PKT telah menyalurkan 161.251 ton urea subsidi di Jatim, melebihi SK Menteri Pertanian yang hanya menetapkan alokasi sebesar 123.303 ton. Hal ini sempat menjadi polemik karena regulasi saat itu melarang penyaluran pupuk bulanan melebihi alokasi yang ditetapkan, meskipun di lapangan terjadi kelangkaan.

Namun, persoalan ini telah diatasi dengan terbitnya Peraturan Gubernur Jatim Nomor 13 Tahun 2006 tentang Alokasi Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Pupuk Bersubsidi. Regulasi ini memungkinkan produsen pupuk mengalihkan alokasi dari bulan lain ke bulan yang lebih membutuhkan, selama tidak melebihi kuota tahunan yang ditetapkan SK Menteri Pertanian.

Sebagai contoh, jika total alokasi pupuk di Jatim adalah satu juta ton per tahun, maka produsen dapat menyalurkan lebih banyak di bulan April dengan mengambil alokasi dari Mei atau Juni, asalkan total tidak melebihi satu juta ton dalam setahun.

Pasokan Urea di Wilayah Lain Aman

Selain Jatim dan Jateng, PKT juga bertanggung jawab atas pasokan pupuk urea di wilayah lain, termasuk Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Hingga saat ini, pasokan di wilayah-wilayah tersebut tetap aman dan sesuai target distribusi.

Namun, PKT mengakui belum bisa memenuhi seluruh permintaan bantuan dari produsen pupuk lain yang mengalami kendala teknis, seperti Petrokimia Gresik (Petrogres) dan Pusri. Beberapa pabrik PKT juga mengalami gangguan produksi, termasuk kerusakan dan proses pemeliharaan rutin (turn around), yang menyebabkan kehilangan produksi sebesar 89 ribu ton.

Hingga saat ini, PKT baru bisa memasok 34.727 ton dari permintaan bantuan Petrogres sebesar 57 ribu ton, serta 59.389 ton dari total permintaan Pusri yang mencapai 95 ribu ton. Sementara itu, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) baru menerima 49.603 ton dari permintaan sebesar 93 ribu ton. (ted)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp

Related Posts

Demi Keselamatan Pasien di Kapal, Gus Ipul Batalkan Dua Agenda

28 Oktober 2017

Polisi Tidur Gagalkan Pencurian Motor di Kedung Cowek

20 Januari 2016

Ratusan Kapal Rakyat di Sampang Berlayar Tanpa Izin

2 Januari 2016
Poster
Cari Data
© 2025 beritajatim.com | arsip berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.