Close Menu
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
Home»Peristiwa»Bendungan Gerak Sembayat Butuh Lahan 74 Hektare
Default image

Bendungan Gerak Sembayat Butuh Lahan 74 Hektare

Peristiwa 28 Desember 2010

Gresik (beritajatim.com) – Pembangunan Proyek Bendungan Gerak Sembayat (BGS) Gresik atau Kuro Barrage yang berlokasi di Bengawan Solo, Desa Sidomukti Kecamatan Bungah membutuhkan lahan 74 hektare. Dari total itu, 64 hektare berada di wilayah Gresik dan 10 hektare sisanya berada di wilayah Lamongan.

“Nantinya puluhan hektare lahan yang hendak dibangun BGS mayoritas adalah sawah, sisanya tambak, tegalan, 3 area makam, dan sekitar 15 rumah warga,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Gresik, Tugas Husni Syarwanto, Selasa (28/12/2010).

Diakui Tugas Husni, proyek BGS telah digagas sejak era tahun 1990-an dan harus cepat dirampungkan. Sebab, alokasi dana pembangunan proyek ini merupakan dana pinjaman sehingga ada batasnya.

Ia menjelaskan, meski proyek BGS akan dibangun, pihaknya membantah jika sudah ada upaya pembebasan lahan. Pasalnya, sampai saat ini instansinya bersama instansi terkait masih melakukan proses sosialisasi kepada masyarakat setempat.

“Sampai sekarang kita belum membahas pembebasan lahan. Selain itu, kami juga memastikan masyarakat setempat akan ada jembatan penghubung dengan desa tetangga jika nantinya bendungan itu sudah berdiri,” paparnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Pemkab Gresik, Muhammad Hakam menuturkan, pada tahun depan BGS mendapat dana untuk pembebasan lahan, dari APBD 2011 sebesar Rp 8,3 miliar ditambah Rp 1,8 miliar dana dari APBD 2010 yang tidak terserap.

“Anggaran 2010 tidak terserap semua, dan diakumulasikan tahun depan, sehingga total anggarannya sekitar Rp 10 miliar,” tuturnya.

Ia juga menambahkan, mengenai anggaran untuk pembebasan lahan saat ini belum ada kepastian berapa harga yang akan ditawarkan kepada pemilik lahan. “Nanti akan ada tim apprasial yang menaksir untuk biaya ganti rugi per meternya, di dalam tim tersebut ada dari BPN (Badan Pertanahan Nasional),” tambahnya.

Rencananya BGS ini dibangun multifungsi. Bendungan tersebut bisa dimanfaatkan untuk kegiatan industri, pertanian, pertambakan, dan juga kebutuhan air minum. Bendungan ini rencananya juga diupayakan untuk mengatasi kebutuhan air mengingat selama ini banyak dikeluhkan masyarakat karena kekurangan debit air untuk suplai ke pelanggan. [dny/but]

bengawan solo Gresik
Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp

Related Posts

Demi Keselamatan Pasien di Kapal, Gus Ipul Batalkan Dua Agenda

28 Oktober 2017

Polisi Tidur Gagalkan Pencurian Motor di Kedung Cowek

20 Januari 2016

Ratusan Kapal Rakyat di Sampang Berlayar Tanpa Izin

2 Januari 2016
Poster
Cari Data
© 2025 beritajatim.com | arsip berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.