Close Menu
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
Home»Peristiwa»90 Persen Kondisi Satwa di Taman Satwa Memprihatinkan
Default image

90 Persen Kondisi Satwa di Taman Satwa Memprihatinkan

Peristiwa 1 Desember 2007

Malang (beritajatim.com) – Jumlah taman satwa di Jawa Timur baik yang legal maupun illegal saat ini ada sekitar 10 taman satwa. Jumlah ini akan terus bertambah jika tidak ada kontrol yang lebih ketat.

Paling tidak ada 3 tempat wisata di Malang Raya yang mengkoleksi satwa liar, antara lain Taman Rekreasi Sengkaling, Taman Rekreasi Kota Malang (Tarekot) dan Jatim Park. Namun, keberadaan satwa liar yang ada, kondisinya masih di bawah standar animal welfare.

Rosek Nursahid, founder and chairman ProFauna, mengatakan seharusnya institusi yang mengontrol keberadaan satwa di taman satwa, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Departemen Kehutanan mempunyai kemampuan cukup untuk menilai sebuah standar animal welfare.

“Idealnya, petugas BKSDA juga seharusnya melakukan kontrol terhadap standar kesejahteraan satwa (animal welfare) yang ada di taman satwa atau kebun binatang,” jelas Rosek Kepada wartawan, Sabtu (1/12/2007) di Malang.

Rosek juga menegaskan dengan kondisi rendahnya standar animal welfare yang ada di kebun binatang atau taman satwa, Departemen Kehutanan harus melakukan moratorium atau penghentian sementara penambahan taman satwa baru. “Moratorium juga meliputi pelarangan penambahan satwa baru untuk taman satwa yang standarnya buruk,” tegasnya.

Selain itu, Direktur Eksekutif ISAW, drh. BQ Erni Nurhidayati, mengatakan, berdasarkan survey ISAW menunjukan bahwa 90% satwa yang dipelihara di taman satwa dalam kondisi yang dibawah standar animal welfare.

Untuk itu, Indonesia Society for Animal Welfare (ISAW) bekerja sama dengan ProFauna Indonesia mengadakan pelatihan tentang animal welfare untuk petugas BKSDA Jawa Timur pada tanggal 1-3 Desember 2007. [har/gus]

Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp

Related Posts

Demi Keselamatan Pasien di Kapal, Gus Ipul Batalkan Dua Agenda

28 Oktober 2017

Polisi Tidur Gagalkan Pencurian Motor di Kedung Cowek

20 Januari 2016

Ratusan Kapal Rakyat di Sampang Berlayar Tanpa Izin

2 Januari 2016
Poster
Cari Data
© 2025 beritajatim.com | arsip berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.